INTERAKSI OBAT (ANTIHIPERTENSI)

Dahulu saya dan teman-teman sering diberi tugas oleh dosen untuk persentasi.

Berikut merupakan hasil persentasi dari teman2 saya ^^ karena hanya dalam bentuk mentahan dan rangkuman jadi jangan menjadikan tulisan disini sebaga referensi/ jawaban2 pasti. silahkan cek jurnal dan buku2 yang kalian miliki untuk memastikan jawabannya.

walaupun saya pribadi merasa ini sudah benar untuk dijadikan kata kunci🙂

Hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan tingginya TD dan berdasarkan etiologinya. Berdasarkan tingginya TD seseorang dikatakan hipertensi bila TD-nya > 140/90 mmHg.

•Berdasarkan etiologinya hipertensi dibagi menjadi hipertensi esensial dan hipertensi sekunder.
a.Hipertensi Esensial (Hipertensi primer/idiopatik) adalah hipertensi tanpa kelainan dasar patologi yang jelas. Lebih dari 90% kasus merupakan hipertensi esensial. Penyebabnya multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik meliputi kepekaan terhadap natrium, kepekaan terhadap stres, reaktivitas pembuluh darah terhadap vasokonstriktor, resistensi insulin, dll. Sedangkan yang termasuk faktor lingkungan antara lain : diet, kebiasaan merokok, stress emosi, obesitas, dll.

b.Hipertensi Sekunder yaitu meliputi 5-10% kasus hipertensi, diantaranya hipertensi akibat penyakit ginjal (hipertensi renal), hipertensi endokrin, kelainan saraf pusat, obat-obatan, dll.

-Hipertensi renal

Berupa hipertensi renovaskular, misalnya pada stenosis arteri renalis, vaskulitis intrarenal, dan hipertensi akibat lesi parenkim ginjal seperti pada glomerulonefritis, pielonepritis, penyakit ginjal polikistik, nefrofati diabetik, dll.

-Hipertensi endokrin

Akibat kelainan korteks adrenal, tumor medulla adrenal, hipertiroidisme,hiperparatiroidisme,dll.

KOMPLIKASI HIPERTENSI DAN FAKTOR RESIKO KARDIOVASKULAR

•Hipertensi lama dan atau berat dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan organ (target organ dmage) pada jantung, otak,ginjal, mata dan pembuluh darah perifer.
•Pada jantung dapat terjadi hipertrofi ventrikel kiri sampai gagal jantung, pada otak dapat terjadi stroke karena pecahnya pembuluh darah serebral dan pada ginjal dapat menyebabkan penyakit ginjal kronik sampai gagal ginjal.
•Selain itu, hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya ateroskerosis dengan akibat penyakit jantung koroner(angina pektoris sampai infark miokard) dan stroke iskemik.

Pengendalian berbagai faktor risiko pada hipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Faktor resiko yang dapat dimodifikasi antara lain tekanan darah, kelainan metabolik, merokok, alkohol, dan inaktivitas, sedangkan yang tidak dapat dimodifikasi antara lain usia, jenis kelamin dan faktor genetik.

 TUJUAN DAN STRATEGI PENGOBATAN HIPERTENSI

•Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular. Penurunan tekanan sistolik harus menjadi perhatian utama, karena pada umumnya tekanan diastolik akan terkontrol bersamaan dengan terkontrolnya tekanan sistolik.
•Strategi pengobatan hipertensi harus dimulai dengan perubahan gaya hidup, berupa diet rendah garam, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, aktivitas fisik yang teratur dan penurunan berat badan bagi pasien dengan berat badan berlebih. Untuk hipertensi tingkat 1 tanpa faktor resiko dan tanpa target organ damage (TOD), perubahan hidup dapat dicoba sampai 12 bulan. Sedangkan bila disertai kelainan penyerta seperti gagal jantung, pasca infark miokard, penyakit jantung koroner, diabetes melitus dan riwayat stroke, maka terapi farmakologi harus dimulai dari hipertensi tingkat 1.

OBAT-OBAT ANTI HIPERTENSI

Obat-obat anti hipertensi dibagi menjadi 5 kategori

1. Diuretik

2. Penyekat reseptor beta adrenergik ( Ăź-Bloker)

3. Penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE-Inhibitor)

4. Penghambat reseptor angiotensin, dan

5. Penghambat saluran kalsium (Antagonis kalsium)

Selain itu dikenal juga 3 kelompok obat yang dianggap pilihan kedua yaitu :

1. Penghambat saraf adrenergik

2. Agonis ɑ-2 sentral

3. Vasodilator

•DIURETIK

Diuretik memiliki efek antihipertensi dengan meningkatkan pelepasan air dan garam natrium. Hal ini menyebabkan penurunan volume cairan dan merendahkan tekanan darah.

Jika garam natrium ditahan, air juga akan tertahan dan tekanan darah akan meningkat.

Enam kategori diuretik yang efektif untuk menghilangkan air dan natrium adalah

(1) tiasid dan seperti – tiasid,

(2) diuretik kuat,

(3) hemat kalium,

(4) penghambat anhidrase karbonik,

(5) osmotik, dan

(6) merkurial

PENGHAMBAT ADRENERGIK

a. PENGHAMBAT ADRENOSEPTOR BETA ( Ăź-blocker)

Ada banyak tipe penghambat beta.

– Penghambat beta selektif seperti propanolol(inderal) menghambat reseptor beta jantung dan beta bronchial. Denyut jantung lambat (tekanan darah menurun sekunder terhadap penurunan denyut jantung), dan timbul bronkokontriksi.

– Penghambat beta kardioselektif lebih disukai karena hanya bekerja pada reseptor beta, akibatnya, tidak timbul bronkokontriksi.

 

2 thoughts on “INTERAKSI OBAT (ANTIHIPERTENSI)

Silahkan Cuap-cuap

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s