TETRASIKLIN

•Tetrasiklin ditemukan oleh Lloyd Conover dipatenkan tahun 1955.
•Tetrasiklin yang pertama à Streptomyces aureofaciens.
•Kemudian ditemukan OksitetrasiklinàStreptomyces rimosus.
•Tetrasiklin dibuat semisintetik dari Klortetrasiklin, tetapi juga dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain.
Sifat Umum
•Spektrum antibakteri: gram +, gram -, aerob, anaerob, spiroket, mikroplasma, riketsia, klamidia, legionela, protozoa tertentu (spektrum luas)
•Efek non terapi : reaksi kepekaan, toksik dan iritasi, reaksi akibat perubahan biologi
Sifat Fisika dan kimia
•Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut dalam air, garam Na dan garam HCl nya mudah larut dalam air.
•Bentuk basa dan garam HCl stabil dalam keadaan kering.
•Tetrasiklin cepat berkurang potensinya dalam larutan.
•Umumnya tetrasiklin berupa kristal kuning yang amfoter.
Mekanisme Kerja
•Bersifat bakteriostatik à menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnya.
•Proses masuk antibiotika Tetrasiklin ke dalam ribosom bakteri gram – :
1.difusi pasif melalui kanal hidrofilik,
2.sistem transportasi aktif.
•Umumnya efek antimikroba golongan Tetrasiklin sama (sebab mekanisme kerjanya sama),
•Terdapat perbedaan kuantitatif dari aktivitas masing-masing derivat terhadap kuman tertentu.

Hanya mikroba yang cepat membelah yang dipengaruhi antibiotika Tetrasiklin.

Tetrasiklin dapat digunakan sebagai pengganti penisilin dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh:

•- Bacillus anthracis
•- Clostridium tetani
•- Listeria monosicytogenes

Efektivitas tetrasiklin tinggi terhadap infeksi:

•-Brucella
•- Peudomonas
•-Vibrio cholerae
•- Bordetella pertusis dll

Juga sangat efektif thdp Mycoplasma pneumonia dan Chlamidia trachomatis.

RESISTENSI

•Bakteri memproduksi protein pompa yang akan mengeluarkan obat dari dalam sel bakteri
•Resistensi satu jenis tetrasiklin disertai resistensi tetrasiklin lainnya, kecuali minosiklin pada resistensi S. aureus dan dosisiklin pada resistensi B. fragilis

Bakteri yang sudah resisten adalah

  • Streptococcus beta hemoliticus
  • E.coli,
  • Pseudomonas aeroginosae,
  • Streptomyses pneumoniae,
  • Staphyllococus aureus dan
  • Sebagian N.gonorrhoeae.

Umumnya resistensi thdp satu jenis tetrasiklin maka resisten untuk tetrasiklin yg lain.

FARMAKOKINETIK

Absorpsi:

•Umumnya 30-80% tetrasiklin diabsorpsi dari sal.cerna sebagian besar di lambung dan usus halus bagian atas.
•Adanya makanan akan mengganggu absorpsi gol.tetrasiklin.
•Doksisiklin dan minosiklin diabsorpsi lebih banyak yaitu 90% dan absorpsinya tidak dipengaruhi makanan.
•Absorpsi berbagai tetrasiklin dihambat oleh suasana basa dan pembentukan senyawa khelat  yaitu ikatan kompleks tetrasiklin dengan zat lain yang sukar diserap seperti Al(OH)2, garam Ca, garam Mg yang sering tdpt pada antasida, dan zat besi.
•Tetrasiklin sebaiknya diberikan sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Distribusi:

•Dalam cairan serebrospinal kadar gol tetrasiklin hanya 10-20%, penetrasi pada bagian tubuh lain baik.
•Tetrasiklin tertimbun dalam hati, limpa, sumsum tulang dan gigi.
•Gol tetrasiklin dapat melewati barier plasenta dan terdapat dalam ASI.
•T ½ doksisiklin tidak berubah pada insufisiensi ginjal shg dpt diberikan pd pasien gagal ginjal

Ekskresi:

•Gol.tetrasiklin diekskresi melalui urin dengan filtrasi glomerulus dan melalui empedu.
•Pada pemberian oral 20-55% tetrasiklin diekskresi melalui urin.

Berdasarkan farmakokinetik gol.tetrasiklin dibagi menjadi 3 kelompok

  • Tetrasiklin, klortetrasiklin dan oksitetrasiklin
Kelompok ini absorpsinya tidak lengkap dengan waktu paruh 6-12 jam.
  • Dimetiklortetrasiklin.

Absorpsinya lebih baik , waktu paruh 16 jam,cukup diberikan dengan dosis 150 mg peroral setiap 6 jam.

  •  Doksisiklin dan minosiklin.

Absorpsinya 90%, waktu paruh 17-20 jam, cukup diberikan sehari 1 atau 2 kali 100mg

EFEK SAMPING

Hipersensitivitas

•Berupa erupsi, urtikaria, demam dan reaksi anafilaksis.
•Reaksi ini bisa terjadi reaksi silang antara  gol tetrasiklin lainnya.

Iritasi lambung

Sering terjadi pada pemberian oral terutama doksisiklin dan oksitetrasiklin.

•Ini bisa diatasi dengan pemberian bersama-sama makanan tetapi jangan dengan pruduk susu dan antasida yg mengandung Al, Mg dan Ca.

• Diare

Sering  timbul karena iritasi lambung.

Terapi lama dapat menyebabkan kelainan darah seperti leukositosis, trombositopenia.

•Fototoksik

dapat timbul pada pemberian dimetiklortetrasiklin.

•Hepatotoksis

dapat muncul karena pemberian gol tetrasiklin dosis tinggi (lebih dari 2 gram sehari) atau pada pemberian parenteral.

•Terakumulasi

Kecuali doksisiklin gol tetrasiklin terakumulasi  dalam tubuh sehingga kontraindikasi bagi penderita gagal ginjal.

Perubahan biologik.

•Dapat timbul super infeksi oleh kuman resisten dan jamur.
•Superinfeksi kandida dapat terjadi di rongga mulut, faring bahkan infeksi sistemik
•Faktor yang memudahkan terjadinya super infeksi adalah diabetes mellitus, leukemia, daya tahan tubuh yang lemah dan pengguna kortikosteroid
KEGUNAAN KLINIS
•Infeksi Mycoplasma pneumonia, klamidia dan riketsia
•Infeksi bakteri yang berhubungan dengan saluran pernapasan terutama sinusitis dan bronchitis.
•Dapat digunakan untuk penyakit pes, tularemia, bruselosis dan leptospirosis.

Kolera,

•Tetrasiklin merupakan obat yang efektif untuk kolera.

Gonorrhoeae dan sifilis,

•Tetrasiklin sebagai obat pilihan kedua setelah penisilin. Dosis 500 mg 4 kali sehari secara oral atau doksisiklin 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari . Untuk sifilis 500 mg 4 kali sehari peroral selama 15 hari.

Acne vulgaris,

•Tetrasiklin menghambat produksi asam lemak dari sebum. Dosis 2 kali 250 mg selama 2-3 minggu.
Kontra Indikasi
•Tidak digunakan untuk pasien yang alergi thdp tetrasiklin.
•Tidakdianjurkan pada triwulan 2 dan 3 kehamilan, juga pada anak-anak sampai 8 tahun, pada gangguan fungsi hati dan ginjal
Dosis Oral
•Dosis oral minimum 20 mg /kg/hari untuk anak-anak
•Infeksi sistemik yang berat dosis 2-3 kali lebih besar selama paling sedikit 3-5 hari.
•Dosis harian minimum sebesar 600 mg untuk demeklosiklin  atau metasiklin, 100 mg untuk doksisiklin dan 200 mg untuk minosiklin.
•Tetrasiklinhidroklorida, 250-500 mg/hari àmenekan akne  melalui penekanan aktivitas lipase propioni bakteri.
Dosis Parenteral
•Dosis 0,1-0,5 gr setiap 6-12 jam (10-15 mg/kg/hari pada anak-anak).
•Disuntikan intramuskular ànyeri dan reaksi radang.

INTERAKSI OBAT

Tetrasiklin membentuk kompleks khelat dengan ion-ion kalsium, magnesium, besi dan aluminium  tidak diberikan bersamaan dengan tonikum yang mengandung besi atau dengan antasida berupa senyawa aluminium, magnesium. Susu mengandung banyak kalsium, sehingga sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan susu.

Silahkan Cuap-cuap

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s