Kosmetika Rambut

Tujuan, Fungsi dan Manfaat Kosmetika Rambut
1. Tujuan Penggunaan
Secara umum baik teori maupun praktik tujuan penggunaan
kosmetika rambut adalah untuk memelihara dan merawat kesehatan
dan kecantikan kulit kepala dan rambut yang digunakan secara
teratur. Hal ini bertalian erat dengan peraturan dan cara-cara
produksi; penyimpanan dan penggunaan kosmetika rambut.
Sehubungan dengan itu, maka tujuan dari penggunaan kosmetika
rambut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Melindungi kulit kepala dan rambut dari pengaruh-pengaruh luar
yang merusak seperti: sinar matahari, polusi udara (debu, asap
atau zat-zat kimia yang dikeluarkan pabrik, udara laut dan
sebagainya).
b. Mencegah lapisan terluar kulit kepala dan rambut dari kekeringan,
terutama orang-orang yang tinggal di daerah yang iklimnya dingin
seperti daerah pegunungan yang selalu lembab dan diselimuti
awan.
c. Mencegah agar kulit kepala dan rambut tidak cepat kering. Karena
kosmetika rambut akan menembus ke bawah lapisan-lapisan luar
dan memasukkan bahan-bahan aktif ke lapisan-lapisan yang
terdapat lebih dalam.
d. Menjaga kulit kepala dan rambut tetap dalam kondisi normal.
e. Mengubah rupa atau penampilan, maksudnya dengan pemakaian
kosmetika rambut yang sesuai dan cocok akan dapat memberikan
perubahan pada penampilan seseorang.
2. Bahan Sediaan Kosmetika dan Fungsinya
Berdasarkan uraian di atas yaitu dengan mengetahui definisi dari
kosmetika dan tujuannya, selanjutnya perlu lagi untuk mengetahui
dan memahami fungsi-fungsi dari kosmetika, agar kita dapat
memanfaatkan setiap kosmetika yang diperlukan.
Bahan-bahan yang terkandung di dalam suatu kosmetika
mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Hal ini dijelaskan juga oleh
Tranggono dan Latifah (2007:68), dimana fungsi-fungsi tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Emulgator yakni suatu bahan yang memungkinkan tercampurnya
lemak/minyak dengan air menjadi suatu campuran yang
homogen. Emulgator ini dikenal ada 2 macam emulsi yakni emulsi
w/o (water oil) artinya jumlah minyak lebih banyak daripada air,
contoh; mentega. Dan yang satu lagi disebut dengan o/w (oil
water) artinya jumlah air lebih banyak daripada minyak, contoh;
santan kelapa, bahan ini berfungsi untuk mengurangi kekeringan
pada kulit kepala dan menyuburkan rambut. Di samping itu suatu
65
emulgator memiliki sifat untuk menurunkan tegangan permukaan
antara 2 cairan (surfactant) contoh beberapa emulgator ialah;
lanolin, lilin lebah, alkohol atau aster, asam-asam lemak seperti
sentil alkohol, gliseril monostearat, trietanolamena.
Bahan-bahan tersebut di atas merupakan contoh bahan-bahan
dasar untuk membentuk sediaan kosmetika yang berbentuk krim.
b. Pengawet (preservative)
Bahan pengawet digunakan untuk mencegah pengaruh kumankuman
terhadap kosmetika, sehingga kosmetika tetap stabil.
Sebagai bahan pengawet banyak dipakai senyawa-senyawa
asam benzoat (Nipagin M, Nipagin A, Nipagin M) alkohol,
formaldehyde, sorbic acid dan lain-lain.
c. Bahan pengikat ion (sequestering agents)
Bahan pengikat ion yaitu bahan-bahan yang berfungsi untuk
mencegah terjadinya pengendapan garam-garam kalsium dan
magnesium dengan jalan mengikat ion Ca dan Mg. Ada
sequestrants organik misalnya garam-garam ethylene diamine
tetra acetic acid dan ada sequestrants anorganik, misalnya
polyphosphates.
d. Bahan pelarut deterjen
Maksudnya adalah karena deterjen tidak mudah larut dalam air,
diperlukan bahan pelarut deterjen agar shampo tidak menjadi
seperti awan pada saat melakukan penyampoan rambut. Bahan
yang biasa dipakai adalah alkohol, glikol atau gliserol.
e. Bahan pengental
Bahan-bahan pengental yang biasa digunakan untuk kosmetika
rambut adalah gums, polyvinyl alcohol, methylselulosa.
f. Bahan pembentuk dan penstabil busa
Maksud bahan pembentuk dan penstabil busa ini adalah bahanbahan
yang dipakai untuk kosmetika dalam perawatan dan
penataan rambut. Bahan tersebut antara lain amida-amida asam
lemak.
g. Bahan pencemerlang rambut
Bahan ini digunakan adalah untuk memberi kecemerlangan
kepada rambut. Bahan tersebut antara lain faty alcohol, stearyl
alcohol.
h. Bahan pelembab kulit kepala dan rambut
Bahan-bahan ini sangat berguna untuk melembabkan kulit kepala
dan rambut, sehingga fungsi kulit kepala dan rambut tetap stabil.
Bahan ini terdiri dari lanolin, lecithin, cetyl alcohol, oleyl alcohol.
i. Bahan-bahan aktif/obat
Maksud bahan aktif/obat ini adalah yang dipakai untuk anti
ketombe seperti selenium sulfide 1-2,5%, zinc pyrithione 2%.
j. antiseptik adalah suatu zat yang sangat berguna untuk pembunuh
hama dan kuman-kuman. Di dalam kosmetika sangat diperlukan,
agar kosmetika yang dipakai aman dan tidak menimbulkan hal-hal
66
yang tidak diinginkan terhadap kulit kepala dan rambut. Setiap
pemakai akan lebih yakin serta percaya terhadap jenis-jenis
kosmetika yang dipakainya.
3. Manfaat Kosmetika Kulit Kepala dan Rambut
Sehubungan dengan fungsi bahan-bahan kosmetika di atas, maka
akan dapat diperoleh manfaat-manfaat dari kosmetika. Manfaat yang
dapat diperoleh antara lain:
a. Membersihkan kulit tubuh atau kulit kepala dan rambut.
b. Memberikan kelembapan terhadap kulit kepala dan rambut.
c. Mencegah terjadinya perubahan kulit kepala seperti bersisik,
berjamur, mengelupas dan sebagainya.
d. Memberikan ketahanan dan kerapian terhadap penataan rambut.
e. Menyuburkan rambut.
f. Menghindari beberapa gangguan kulit kepala dan rambut.
g. Memberikan kecemerlangan terhadap rambut.
h. Membantu dalam membentuk/menata rambut.
i. Merubah penampilan seseorang (memperbaiki kekurangankekurangan
yang terdapat pada seseorang), sehingga orang
tersebut mengalami perubahan.

Silahkan Cuap-cuap

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s